Ciwidey, Info Burinyay — Patuha Resort Ciwidey menawarkan pengalaman menginap di tengah suasana hutan pinus dengan udara sejuk dan panorama perbukitan di kaki Gunung Patuha, Kabupaten Bandung. Destinasi ini menghadirkan pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam sekaligus mengakses sejumlah objek wisata unggulan di kawasan Ciwidey.
Pada Sabtu (24/10/2026), suasana resort bernuansa kayu tersebut memperlihatkan perpaduan penginapan, ruang pertemuan, dan fasilitas rekreasi dalam lingkungan hijau. Selain untuk liburan keluarga, pengelola juga menawarkan layanan bagi rombongan perusahaan, komunitas, hingga wisatawan yang ingin menggelar kegiatan bersama.
Asisten Manajer Site Patuha Resort dan Punceling Park, Riki Setiadi, menjelaskan bahwa resort tersebut menyediakan 40 kamar dengan tujuh tipe pilihan. Pengelola menghadirkan tipe Puspa, Pinus, Rasamala, Damar, Sonokeling, Kalandra Rimba, dan Merkusii untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
“Kebetulan di Patuha Resort ini, kami mempunyai 40 kamar semuanya. Terdiri dari kamar Puspa, kamar Pinus, Rasamala, Damar, Sonokeling, Kalandra Rimba, dan Merkusii,” ujar Riki.
Selain kamar, Patuha Resort menyediakan dua aula, yakni Baros dan Cantigi. Kedua ruangan tersebut mendukung kegiatan rapat, pertemuan, maupun acara kelompok. Khusus Aula Baros, pengelola menyiapkan kapasitas hingga 100 orang dengan sekat yang dapat dibuka untuk menggabungkan dua ruangan.
Fasilitas pendukungnya mencakup sistem suara dan proyektor. Dengan fasilitas tersebut, pengunjung dapat menyesuaikan penggunaan aula untuk berbagai kebutuhan acara.
“Kalau pengunjung datang berombongan dan ingin mengadakan acara api unggun, fun game, atau team building, kami juga menyiapkan fasilitasnya di sini,” kata Riki.
Selain kegiatan dalam ruangan, pengelola menyediakan area untuk aktivitas luar ruang. Pengunjung dapat menikmati jalur trekking, kegiatan kelompok, hingga suasana kebersamaan pada malam hari melalui acara api unggun atau barbecue party.
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian pengunjung ialah kolam renang air hangat. Pengelola memanfaatkan sumber air panas alami dari kawasan Punceling untuk menghadirkan pengalaman berenang di tengah udara sejuk Ciwidey.
Fasilitas ini melengkapi kebutuhan wisatawan yang ingin bersantai setelah menjelajahi kawasan pegunungan. Namun, pengunjung tetap perlu mengikuti petunjuk pengelola terkait penggunaan kolam dan kondisi air.
Selain kolam renang, resort menyediakan area parkir kendaraan, toilet umum, musala, serta fasilitas kamar yang mencakup Wi-Fi dan pemanas air. Sejumlah tipe kamar juga menawarkan televisi, perlengkapan mandi, minuman, dan sarapan untuk dua orang sesuai fasilitas yang tersedia.
Resepsionis Patuha Resort, Neng Anti Kristina, menjelaskan bahwa setiap tipe kamar memiliki karakteristik dan kapasitas berbeda. Tipe Rasamala, misalnya, menawarkan ruang lebih luas sehingga pengelola dapat menambahkan hingga empat tempat tidur ekstra sesuai kebutuhan dan pengaturan kamar.
“Untuk tipe Rasamala ini, ruangannya lebih luas. Biasanya bisa memuat sampai empat extra bed di dalam kamar. Fasilitasnya masih sama, ada water heater, Wi-Fi, breakfast untuk dua orang, dan amenities lengkap,” tutur Neng Anti.
Sementara itu, tipe Puspa dan Pinus menawarkan pilihan kamar dengan konfigurasi tempat tidur berbeda. Pengunjung dapat memilih tipe kamar sesuai jumlah anggota keluarga, kebutuhan perjalanan, dan kenyamanan selama menginap.
Menurut Riki, Patuha Resort juga menarik minat wisatawan dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka mencari suasana yang lebih sejuk dan tenang untuk beristirahat dari rutinitas perkotaan.
Selain wisatawan keluarga, pengelola menerima kunjungan komunitas penggemar fotografi burung atau birding. Kegiatan tersebut berlangsung secara rutin pada periode Mei hingga November, dengan Kawah Putih sebagai salah satu lokasi pengamatan dan pemotretan burung.
“Mulai bulan Mei sampai November, selalu ada pengunjung khusus birding. Mereka menginap di sini untuk kegiatan fotografi burung, yang salah satu lokasinya bisa di Kawah Putih,” jelas Riki.
Lebih lanjut, pengelola menawarkan pilihan paket wisata yang menghubungkan penginapan dengan objek wisata di sekitarnya. Kawah Putih dan Ranca Upas menjadi alternatif tujuan bagi wisatawan yang ingin menyusun perjalanan lebih praktis selama berada di Ciwidey.
Kedekatan lokasi tersebut memberi pilihan bagi pengunjung untuk mengatur agenda wisata tanpa harus mencari penginapan yang jauh dari kawasan tujuan.
Kenyamanan lingkungan menjadi salah satu alasan wisatawan kembali memilih Patuha Resort. Rakha Muhammad Syaban, pengunjung asal Tasikmalaya, mengaku telah tiga kali mengunjungi resort tersebut sepanjang 2026.
“Saya selalu menginap di Patuha Resort setiap kali berkunjung ke Ciwidey. Karena di sini memang nyaman, udaranya sejuk, serta lokasinya agak jauh dari jalan sehingga tidak terlalu bising,” ungkap Rakha.
Ia juga menilai fasilitas penginapan mendukung kebutuhan selama berlibur. Menurutnya, ketersediaan pemanas air dan kolam renang air hangat menjadi nilai tambah, terutama saat menikmati udara dingin di kawasan pegunungan.
“Fasilitasnya juga lengkap, tersedia pemanas air. Jika akhir pekan saya ingin berenang, ada kolam renang dengan air hangat. Pokoknya sangat nyaman,” tambahnya.
Dengan pilihan kamar, aula, kolam air hangat, dan aktivitas luar ruang, Patuha Resort Ciwidey menawarkan alternatif akomodasi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam Kabupaten Bandung. Pengunjung juga dapat memadukan agenda menginap dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Ciwidey.
Kehadiran fasilitas tersebut memperluas pilihan kegiatan wisata, mulai dari liburan keluarga dan komunitas hingga pertemuan perusahaan. Karena itu, Patuha Resort dapat menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang mencari suasana sejuk, lingkungan hijau, dan fasilitas penginapan di kaki Gunung Patuha.