30.8 C
Bandung
Selasa, Okt 20, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Dorong Budaya Literasi, 6.000 Siswa SD Ikuti Jambore LEKSAM BEDAS 2026

Jambore LEKSAM BEDAS 2026 diikuti 6.000 siswa SD untuk meningkatkan literasi dan numerasi di Kabupaten Bandung
Ribuan siswa sekolah dasar mengikuti Jambore Literasi LEKSAM BEDAS 2026 di Awana Resort, Rancabali, Kabupaten Bandung, sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan numerasi sejak dini. Foto:Info Burinyay/ilutrasi

Rancabali, Info Burinyay – Sebanyak 6.000 siswa sekolah dasar mengikuti Jambore Literasi LEKSAM BEDAS 2026 di Awana Resort, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan numerasi sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan tersebut. Melalui jambore ini, para siswa mendapat kesempatan mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan berkarya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Tantangan LEKSAM BEDAS yang berlangsung selama kurang lebih delapan bulan. Dengan demikian, jambore tidak sekadar menghadirkan aktivitas bersama, tetapi juga memperkuat pengalaman belajar siswa melalui berbagai tantangan literasi dan numerasi.

Asep Kusumah mengapresiasi peran guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di Kabupaten Bandung.

“Ini merupakan jambore yang kelima di Kabupaten Bandung yang dilaksanakan oleh LEKSAM BEDAS Kabupaten Bandung. Tentu ini salah satu prestasi yang berangkat dari komitmen, kepedulian, kemudian tanggung jawab para guru dan kepala sekolah untuk memperkuat pengalaman belajar anak-anak kita, khususnya dalam pencapaian literasi dan numerasi,” ujar Asep.

Ia menilai rangkaian kegiatan selama delapan bulan memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi para peserta. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi upaya LEKSAM BEDAS dalam membangun kolaborasi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Kiki Taufik Kurnia, S.Pd.I., M.M., menjelaskan bahwa jambore tahun ini menghadirkan tantangan berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Para peserta tidak hanya mengikuti aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menjalani kegiatan outbound.

“Peserta seluruhnya berjumlah 6.000 siswa di sini. Tantangan literasi pada kegiatan hari ini berbeda dengan tahun kemarin. Selain membaca dan menulis, semua siswa juga mengikuti kegiatan outbound,” kata Kiki.

Menurut Kiki, pengalaman tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk terus belajar setelah kembali ke sekolah masing-masing. Ia juga berharap para peserta dapat menularkan semangat membaca dan menulis kepada teman-temannya.

“Harapan saya, setelah pulang dari kegiatan ini, siswa memberikan motivasi kepada teman di sekolahnya agar terus membaca, terus menulis untuk menggali pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Di tingkat kecamatan, dukungan terhadap jambore juga terlihat melalui keterlibatan sekolah negeri dan swasta. Kepala LEKSAM BEDAS Kecamatan Soreang, Dra. Hj. Nuryati Suryani, M.Pd., menyebut sekitar 370 siswa beserta pembimbing dari wilayahnya mengikuti kegiatan tersebut.

Nuryati menegaskan bahwa penguatan literasi harus berlangsung secara konsisten di sekolah. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu berjalan seiring dengan kemampuan memahami isi bacaan agar siswa memperoleh manfaat yang lebih luas.

“Literasi itu menjadi budaya sekolah dan menjadi kebiasaan di mana anak-anak sudah terbiasa untuk membaca. Tidak hanya membaca saja, melainkan juga memahami. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan literasi tidak hanya seremonial seperti ini, tetapi menjadi budaya di sekolah masing-masing,” ungkap Nuryati.

Persiapan peserta juga melibatkan pengurus LEKSAM di tingkat kecamatan. Ketua LEKSAM Kecamatan Rancabali, Neneng Yeti Suryatin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan sekitar satu bulan sebelum kegiatan berlangsung.

Ia menjelaskan, persiapan tersebut mencakup koordinasi dan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait. Neneng berharap siswa, pembimbing, dan kepala sekolah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga pelaksanaan jambore berikutnya semakin berkembang.

Di sisi lain, Camat Rancabali, Panpan Risvan C., S.IP., M.Si., mengapresiasi penunjukan wilayahnya sebagai tuan rumah Jambore Literasi Kabupaten Bandung 2026. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di seluruh kecamatan.

“Saya mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya bahwa Kecamatan Rancabali ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore Literasi Kabupaten Bandung tahun 2026. Harapan besar kami, siswa-siswi di Kabupaten Bandung lebih maju, lebih berkembang, lebih pintar melalui Jambore Literasi. Kita tingkatkan pendidikan yang ada di Kabupaten Bandung,” kata Panpan.

Melalui Jambore LEKSAM BEDAS 2026, penguatan literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tahunan. Sebaliknya, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu menjaga kesinambungan pembiasaan membaca, menulis, memahami informasi, serta mengembangkan kemampuan numerasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan keterlibatan ribuan siswa dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas budaya belajar di Kabupaten Bandung. Upaya tersebut sekaligus mendukung pembentukan generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.