Ciparay, Info Burinyay — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar menghadirkan Gerakan Pangan Murah, pemberdayaan UMKM, kegiatan keagamaan, dan gelar budaya di Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al-Karomah, Jalan Raya Laswi Nomor 380, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Rabu (28/10/2026).
Agenda ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Bandung.
Anggota Komisi II DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.I.Pol., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Golkar yang berlangsung hingga 9 November 2026.
“Selama satu bulan penuh, kita memperingati HUT Golkar di Kabupaten Bandung. Kami menunjukkan kepedulian terhadap para pelaku UMKM dengan menghadirkan mereka, sekaligus menyelenggarakan pasar murah bekerja sama dengan Badan Pangan,” kata Dadang.
Menurutnya, penyelenggara menghadirkan tiga agenda utama dalam kegiatan di Ciparay. Pertama, ceramah keagamaan di Masjid Al-Karomah bersama Ustaz Nanang Hana. Kedua, Gerakan Pangan Murah yang melibatkan pelaku UMKM. Ketiga, gelar budaya yang menghadirkan seniman dan musisi.
Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga menikmati penampilan Budi Cilok, grup band The Re-Religi, dan Mansyur Angklung. Penampilan Mansyur Angklung turut memperkenalkan seni tradisional Sunda yang telah menembus panggung internasional.
Selain menghadirkan hiburan, panitia menyediakan kupon atau voucer belanja bagi masyarakat. Fasilitas tersebut membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Di sisi lain, mekanisme belanja itu turut membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar produknya.
Dadang menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan tahunan partai. Ia berharap agenda sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Harapannya, HUT Golkar tidak hanya sekadar perayaan ulang tahun, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam penyediaan sembako murah dan kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup santunan bagi anak yatim piatu. Sementara itu, panitia menjadwalkan kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa pada 2 November 2026 sebagai bagian dari agenda sosial peringatan HUT Golkar.
Peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi penyelenggara untuk mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Dadang menilai pemuda memegang posisi strategis karena mereka akan melanjutkan kepemimpinan bangsa pada masa mendatang.
“Anak-anak muda harus lebih kreatif dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Setiap masa itu ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin itu ada masanya,” tutur Dadang.
Ia juga menyoroti tantangan ekonomi global, dinamika kebijakan nasional, dan persoalan korupsi. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pengawasan agar pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai tujuan dan manfaat pembangunan dapat masyarakat rasakan secara merata.
Dadang menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah memperbaiki tata kelola keuangan negara. Ia juga mendorong pengawasan bersama terhadap program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengelolaan kekayaan alam Indonesia.
“Intinya kebijakannya sudah bagus, tetapi dalam implementasi di lapangan masih ada yang kurang. Kita harus mengawal program-program yang baik dan memberikan masukan terhadap kekurangannya,” katanya.
Selain itu, Dadang menyoroti pentingnya ketepatan data kesejahteraan masyarakat atau desil. Menurutnya, ketidaksesuaian data dapat menghambat akses warga terhadap bantuan sosial maupun dukungan pendidikan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Karena itu, ia mendorong pemerintah memperhatikan kondisi faktual masyarakat melalui koordinasi dari tingkat RT, RW, hingga desa. Ia juga menekankan peran media dalam menyampaikan informasi pembangunan secara edukatif dan membantu masyarakat memahami kebijakan publik.
Melalui Rumah Aspirasi, termasuk layanan aspirasi di Baleendah, Dadang menyatakan kesiapannya menerima keluhan dan masukan masyarakat Kabupaten Bandung serta Bandung Barat. Ia berharap saluran tersebut membantu warga menyampaikan persoalan administrasi, bantuan sosial, dan akses pendidikan.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya DKPP Jawa Barat, Ir. Nenny Fasyaini, M.M., menekankan hubungan antara semangat Sumpah Pemuda dan upaya menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kerja bersama untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan.
“Bersama-sama kita menjaga keamanan pangan dan menjaga ketersediaan pangan, sehingga pangan bisa terjangkau oleh masyarakat secara keseluruhan,” ujar Nenny.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang menjadi salah satu agenda utama kegiatan. Melalui program tersebut, penyelenggara mendorong akses pangan yang lebih terjangkau sekaligus mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha lokal.
Ketua Penyelenggara, Rijal Muhammad Ramdani, mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk memperkuat nasionalisme dan solidaritas antargenerasi muda.
“Kami mendorong para pemuda untuk lebih semangat dan meningkatkan jiwa nasionalismenya. Kami juga mengajak mereka untuk tetap solid satu sama lain,” kata Rijal.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pengurus masjid, komunitas, dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian acara.
Sementara itu, Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, H. Dagus, S.Ip., mengajak generasi muda tetap optimistis dalam menghadapi masa depan. Ia menilai pemuda perlu menjaga semangat dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun pembangunan daerah.
Kader Golkar Kabupaten Bandung, Hj. Erma Komalasari, turut menyoroti perpaduan kegiatan ekonomi, keagamaan, dan hiburan dalam peringatan tersebut. Menurutnya, konsep acara yang memadukan pasar murah, pengajian, dan pertunjukan musik memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat.
Erma juga mendorong kader dan masyarakat mengembangkan usaha di sektor sandang dan pangan. Ia menilai Kabupaten Bandung memiliki potensi pertanian yang dapat mendukung penguatan usaha lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Daerah kita memiliki potensi pertanian yang sangat kaya. Mari kita berbisnis di sektor sandang dan pangan agar tidak selalu bergantung pada impor,” ujarnya.
Melalui rangkaian HUT Golkar ke-62 dan peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini, penyelenggara memadukan kegiatan sosial, penguatan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, dan edukasi kebangsaan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi pemuda sekaligus mendorong manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung.