Majalaya, Info Burinyay – Ribuan masyarakat memadati kawasan Thee Matic Mall, Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu malam (1/11/2026). Mereka menyaksikan pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Dadan Sunandar. Pertunjukan tersebut sekaligus menutup rangkaian Bandung Bedas Festival 2026.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, SE., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival. Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari inisiatif kalangan pemuda yang kemudian membangun kolaborasi bersama KNPI.
Rifki menjelaskan, gagasan awal Bandung Bedas Festival muncul dari komunitas pemuda Solokan Jeruk. Alpi Jabarudin menjadi salah satu penggagas yang menawarkan konsep kegiatan tersebut. Selanjutnya, ia mengajak KNPI Kabupaten Bandung untuk berkolaborasi.
” Tentunya kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi. Inisiasi kegiatan Bandung Bedas Festival ini muncul dari teman-teman Solokan Jeruk, dalam hal ini diinisiasi oleh Bung Alpi Jabarudin. Beliau memiliki konsepsi Bandung Bedas Festival dan mengajak kolaborasi dengan KNPI,” ujar Rifki.
Ia menegaskan, Bandung Bedas Festival 2026 hadir sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Melalui kegiatan tersebut, para pemuda mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, serta aktivitas positif.
Selain itu, festival ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja, Dispora, DPMPTSP, dan Disdukcapil.
Rifki menilai keterlibatan berbagai perangkat daerah memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung aktivitas kepemudaan. Dengan demikian, kegiatan pemuda tidak hanya menghadirkan hiburan. Namun, kegiatan tersebut juga membuka peluang interaksi dan pengembangan potensi generasi muda.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen Thee Matic Mall. Menurutnya, pengelola pusat perbelanjaan tersebut telah memberikan fasilitas sekaligus ruang bagi pemuda untuk mengekspresikan ide dan gagasan.
“Atas nama DPD KNPI Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. Wabil khusus kepada teman-teman direksi dan manajemen Thee Matic Mall yang memberikan ruang kepada kami para pemuda untuk senantiasa mengekspresikan ide dan gagasannya,” katanya.
Lebih lanjut, Rifki memberikan apresiasi kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Ia menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam membuka ruang kegiatan bagi generasi muda.
Menurut Rifki, dukungan tersebut memberikan kesempatan kepada organisasi kepemudaan untuk menghadirkan program yang melibatkan masyarakat. Oleh karena itu, KNPI berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi pemuda terus berkembang.
“Terima kasih yang paling utama kepada Bapak Bupati Bandung, Bapak Haji Muhammad Dadang Supriatna, yang senantiasa memfasilitasi dan memberikan ruang kepada para pemuda untuk aktif berkegiatan. Salah satunya melalui Bandung Bedas Festival ini,” ungkapnya.
KNPI Buka Peluang Bandung Bedas Festival Jilid Kedua
Tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun 2026, Rifki juga menyampaikan harapan agar Bandung Bedas Festival berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Ia membuka peluang penyelenggaraan festival jilid kedua, ketiga, hingga agenda berikutnya. Namun, keberlanjutan kegiatan tersebut memerlukan konsistensi kolaborasi dan keterlibatan berbagai elemen kepemudaan.
Rifki memastikan KNPI Kabupaten Bandung berkomitmen membangun komunikasi dengan berbagai komunitas pemuda. Melalui kolaborasi tersebut, KNPI ingin memperluas ruang aktivitas sekaligus mendorong lahirnya kreativitas generasi muda.
“Insyaallah akan ada Bandung Bedas Festival jilid-jilid berikutnya, jilid kedua, jilid ketiga, dan jilid selanjutnya. KNPI berkomitmen bersama berbagai elemen pemuda untuk senantiasa melakukan kolaborasi. Tentunya, kami ingin memberikan ruang-ruang aktivitas dan ruang kreatif kepada para pemuda,” tegas Rifki.
Sementara itu, pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Dadan Sunandar menjadi penutup rangkaian Bandung Bedas Festival 2026. Pertunjukan seni tradisional tersebut menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang memadati kawasan Thee Matic Mall.
Kehadiran pertunjukan Wayang Golek juga mempertemukan semangat kreativitas generasi muda dengan pelestarian seni budaya Sunda. Melalui konsep festival, penyelenggara menghadirkan ruang perjumpaan antara aktivitas kepemudaan, partisipasi masyarakat, dan kebudayaan daerah.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, Rifki berharap Bandung Bedas Festival dapat berkembang menjadi agenda kolaborasi kepemudaan yang berkelanjutan. Ia juga mendorong semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan serupa.
Bagi KNPI Kabupaten Bandung, keberlanjutan festival bukan sekadar menghadirkan acara tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan, membangun jejaring, dan menunjukkan kontribusi nyata bagi daerah.