Rancaekek, Info Burinyay — Sekitar 200 ekor Domba Garut meramaikan Latihan Berhadiah (Latber) ketangkasan domba di Pamidangan Dapoer Ngeboel, Kampung Ciherang, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu, 27 September 2026.
Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kecamatan Rancaekek menggelar kegiatan tersebut sebagai ruang latihan sekaligus ajang silaturahmi para patandang dan penggemar ketangkasan Domba Garut.
Pada sesi kedua ini, panitia mencatat 96 tandingan. Setiap tandingan mempertemukan dua ekor domba sehingga jumlah domba yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 200 ekor.
Selain menghadirkan pertandingan ketangkasan, panitia juga menyiapkan doorprize dan sejumlah hadiah menarik. Lingkung Seni Gelar Kencana turut menghibur peserta serta masyarakat yang datang ke lokasi.
Ketua Pelaksana Latber Dapoer Ngeboel, H. Cucu Sulaeman, mengapresiasi kehadiran seluruh peserta pada sesi kedua.
“Terima kasih kepada para pamilon yang telah hadir di acara Pamidangan Dapoer Ngeboel sesi kedua.”
Cucu menjelaskan bahwa jumlah tandingan pada sesi kedua memang menurun dibandingkan kegiatan pertama. Pada sesi pertama, panitia mencatat 156 tandingan.
Menurut Cucu, perbedaan jumlah peserta tidak mengurangi semangat panitia untuk melanjutkan kegiatan ketangkasan domba di Pamidangan Dapoer Ngeboel.
“Alhamdulillah, kalau yang pertama mencapai 156 tandingan, sekarang sesi kedua cuma 96 tandingan. Tapi alhamdulillah, tidak mengurangi rasa semangat untuk rekan-rekan panitia.”
Selanjutnya, Cucu mengungkapkan rencana kegiatan lanjutan pada bulan Oktober 2026. Panitia bersama Ketua DPC HPDKI Kecamatan Rancaekek menyiapkan agenda semi kontes.
Cucu menjelaskan bahwa panitia sebelumnya menargetkan pelaksanaan semi kontes pada September. Namun, jadwal tersebut bertepatan dengan kontes bersama Ketua DPD HPDKI Kabupaten Bandung.
Karena itu, panitia menggeser agenda tersebut ke Oktober. Cucu berharap kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
“Insyaallah nanti bulan sepuluh akan dilaksanakan, mudah-mudahan tidak ada halangan.”
Sementara itu, Ketua DPC HPDKI Kecamatan Rancaekek, H. Jajang Marfu Nuraidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh patandang yang ikut memeriahkan sesi kedua.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua patandang yang telah hadir dalam memeriahkan sesi kedua Padepokan Dapoer Ngeboel supaya lebih sukses dan maju terus.”
Jajang kemudian mengajak para patandang dari berbagai wilayah untuk mengikuti agenda berikutnya. Ia berharap peserta dari Kabupaten Bandung dan wilayah sekitar turut membawa domba unggulannya ke Pamidangan Dapoer Ngeboel.
“Mudah-mudahan semua patandang yang ada di wilayah Kabupaten Bandung khususnya, umumnya di wilayah Kecamatan Cicalengka, mudah-mudahan kita siap dukung dan membawa semua domba-domba unggulannya ke Padepokan Dapoer Ngeboel.”
Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari CEO Pamidangan Dapoer Ngeboel, H. Sahidin. Ia menyampaikan terima kasih kepada peserta yang datang dari berbagai daerah.
Sahidin menyebut peserta datang dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, hingga Garut.
“Banyak terima kasih ke seluruh pamilon Kabupaten Bandung, walau Kabupaten Sumedang, ada yang dari Garut, banyak terima kasih atas dukungannya.”
Menurut Sahidin, kegiatan rutin seperti ini dapat membantu peternak di Kabupaten Bandung, khususnya Rancaekek, untuk terus mengembangkan kualitas ternaknya.
Karena itu, ia mengingatkan para peternak agar memperhatikan kualitas bibit.
“Peternak itu harus punya bibit yang bagus-bagus.”
Berikutnya, perwakilan Dewan Juri, Aldin Aldama, menjelaskan sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam menilai domba.
Aldin menyebut tanduk, kondisi fisik, kebersihan, serta kualitas ketangkasan sebagai beberapa unsur penting.
“Beberapa di antaranya adalah dari segi tanduk, fisik yang bagus atau kasep, kebersihan, serta kualitas aduannya yang baik.”
Aldin juga berharap Pamidangan Dapoer Ngeboel terus mengembangkan kegiatan ketangkasan domba pada masa mendatang.
“Semoga ke depannya bisa jauh lebih maju lagi.”
Memasuki agenda semi kontes, Aldin mengingatkan peserta agar mempersiapkan domba dengan baik. Ia menekankan pentingnya kondisi fisik, kebersihan, dan sikap domba.
“Diharapkan domba-domba yang ditampilkan adalah domba yang bagus, bersih, dan memiliki sikap yang baik.”
Antusiasme juga terlihat dari para penggemar ketangkasan Domba Garut. H. Atep Komarudin berharap Pamidangan Dapoer Ngeboel terus berkembang dan semakin ramai.
“Wah, Pamidangan Dapur Ngebul, mudah-mudahan lebih maju lagi.”
Atep juga mengajak para patandang untuk terus mengikuti kegiatan ketangkasan di lokasi tersebut.
“Terima kasih kepada para penandang, mudah-mudahan maju terus di Dapur Ngebul.”
Sementara itu, Ato Suparto menilai kegiatan rutin tersebut memberikan hiburan bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut kegiatan bulanan itu ikut meramaikan kawasan Jelegong dan Rancaekek.
“Alhamdulillah, setiap sabulan sakali diayakeun hiburan di Senrat, ngahibur pisan ka para warga, khususna warga Jelegong dan Rancaekek sekitarnya.”
Ato juga mendorong peternak di Kecamatan Rancaekek untuk meningkatkan kualitas ternaknya melalui kegiatan ketangkasan.
“Ka peternak-peternak Kecamatan Rancaekek, harus lebih maju dengan adanya ketangkasan seperti ini.”
Dukungan berikutnya datang dari Neng Siti dari Padepokan Putra Abah Kuda Cibodas. Ia mengapresiasi kegiatan yang berlangsung di Pamidangan Dapoer Ngeboel.
“Kami dari Padepokan Putra Abah Kuda mengucapkan terima kasih kepada Pamidangan Dapoer Ngeboel. Semoga sukses selalu dan jaya terus.”
Neng Siti juga mengajak para peserta untuk kembali mengikuti kegiatan berikutnya.
“Buat kalian para pamilon adu domba, siap. Hayu ke pamidangan lagi. Hayu urang ngadu di Pamidangan Dapoer Ngeboel. Latihan ya, latihan berhadiah.”
Dari wilayah Sumedang, Abah Aman dari Padepokan Indo Jaya Pamulihan turut memberikan dukungan. Ia berharap kegiatan ketangkasan domba terus berkembang.
“Semoga maju terus, pantang mundur.”
Menurut Abah Aman, penampilan dan kondisi domba menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Ia juga menyebut aspek kesehatan serta penilaian dari tim juri.
“Di antaranya dari segi penampilan, pamidangan, kesehatan, kan banyak itu. Dari tim juri, reng-reng.”
Untuk menghadapi agenda semi kontes, Abah Aman mengaku mulai menyiapkan dombanya.
“Persiapan ya domba itu harus disiap-siapin aja.”
Rangkaian Latber sesi kedua akhirnya mempertemukan peternak, patandang, juri, penggemar, serta masyarakat dari sejumlah wilayah.
Selain menjadi ruang latihan, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi para pelaku peternakan untuk memperluas silaturahmi dan berbagi pengalaman.
Kini perhatian para patandang mulai mengarah pada agenda berikutnya. HPDKI Kecamatan Rancaekek bersama pengelola Pamidangan Dapoer Ngeboel menargetkan pelaksanaan semi kontes pada Oktober 2026.
Panitia berharap agenda tersebut kembali menarik peserta dari Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, dan wilayah lainnya. Dengan begitu, kegiatan ketangkasan Domba Garut di Rancaekek dapat terus berkembang sekaligus memberi ruang bagi peternak untuk menunjukkan kualitas domba unggulannya.