Rancabali, Info Burinyay — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Soreang menutup Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan ke-344 Golongan Siaga dan Penggalang.
Kwarran Soreang menggelar penutupan di Awana Resort, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (27/9/2026). Sekretaris I Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Iyan Mulyana, S.Sos., menutup rangkaian kegiatan tersebut.
KMD berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2026. Sebanyak 40 peserta dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Soreang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Kegiatan ini memperkuat kapasitas calon pembina Pramuka di tingkat satuan pendidikan. Program KMD membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepembinaan.
Selain itu, peserta mempelajari pola pembinaan yang sesuai dengan karakter peserta didik. Mereka juga mengenal pendekatan pembinaan untuk Golongan Siaga dan Penggalang.
Karena itu, peserta tidak cukup hanya memahami materi selama mengikuti kursus. Mereka perlu menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan pembinaan di gugus depan masing-masing.
Ketua Kwarran Soreang, Yono Suryono, S.Pd., M.MPd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan KMD Angkatan ke-344. Ia menyebut 40 peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Soreang.
“Kegiatan penutupan KMD angkatan 344 Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Soreang yang alhamdulillah diikuti oleh 40 peserta dari berbagai satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Soreang.”
Menurut Yono, peserta perlu melanjutkan proses belajar setelah menyelesaikan KMD. Ia mendorong seluruh peserta menyusun laporan narakarya sebagai tindak lanjut kegiatan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan narakarya oleh para peserta.”
Yono juga mengingatkan peserta agar menjadikan KMD sebagai awal untuk menjalankan tugas pembinaan. Menurutnya, peserta perlu membawa ilmu yang mereka peroleh ke gugus depan masing-masing.
“Saya selaku Ketua Kwarran berharap kepada peserta bahwa ini bukanlah akhir, melainkan awal.”
Ia menekankan pentingnya penerapan ilmu KMD dalam kegiatan pembinaan peserta didik. Dengan langkah tersebut, lulusan KMD dapat memberikan kontribusi langsung bagi perkembangan Pramuka di sekolah.
“Terutama mengenai bagaimana implementasi ilmu-ilmu yang telah diperoleh dari kegiatan KMD ini dapat diterapkan di gugus depannya masing-masing bagi para anggota atau peserta didik.”
Yono berharap peningkatan jumlah lulusan KMD ikut memperkuat gerakan Pramuka di Kecamatan Soreang. Ia juga ingin Kwarran Soreang terus melahirkan pembina yang aktif dan kompeten.
“Mudah-mudahan ke depannya Kwarran Soreang bisa lebih maju dengan adanya banyak lulusan dari KMD ini.”
Sementara itu, peserta KMD menentukan pilihan pembinaan Golongan Siaga atau Penggalang bersama tim pelatih. Pilihan tersebut mengikuti minat peserta dan kebutuhan pembinaan di lapangan.
Namun, Yono menyoroti kebutuhan pembina Pramuka pada jenjang sekolah dasar. Menurutnya, sejumlah SD masih membutuhkan tenaga pembina untuk mendukung kegiatan kepramukaan.
“Mengenai pembagian peserta yang berjumlah 40 orang ini, hal tersebut diserahkan kepada tim pelatih dan peserta sesuai dengan minat mereka, apakah ingin membina di tingkat Siaga atau Penggalang.”
Karena kebutuhan tersebut, Yono berharap para lulusan KMD mampu membantu pembinaan lintas golongan ketika kondisi lapangan membutuhkan. Terutama, dukungan tersebut dapat membantu sekolah dasar yang masih membutuhkan pembina Pramuka.
“Namun, saya berharap karena di tingkat sekolah dasar (SD) masih kekurangan pembina pramuka, meskipun sudah diarahkan ke golongan tertentu, dalam pelaksanaannya di lapangan semua golongan tetap dapat dibina atau dilatih oleh para lulusan KMD ini.”
Pengalaman positif juga datang dari peserta asal SDN Cibogor 2, Sany Malya Malina, S.Pd. Ia merasakan suasana belajar yang menarik selama mengikuti KMD.
Sany menyebut kegiatan tersebut menambah pengalaman dan pengetahuan baru. Selain itu, interaksi dengan peserta lain juga memperluas silaturahmi.
“Pengalaman saya mengikuti KMD yaitu seru, kemudian menambah pengalaman dan pengetahuan yang baru serta menambah silaturahmi.”
Sebelum mengikuti KMD, Sany mengaku belum terlalu aktif dalam kegiatan Pramuka. Namun, pengalaman selama kursus mendorongnya untuk meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan kepramukaan.
“Sebelumnya kurang aktif di pramuka, tapi setelah mengikuti KMD, hal ini meningkatkan keinginan saya untuk lebih aktif lagi di pramuka.”
Penutupan KMD Angkatan ke-344 kini membuka tahap baru bagi 40 peserta. Mereka selanjutnya dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di gugus depan masing-masing.
Kwarran Soreang juga mendorong peserta menyelesaikan narakarya sebagai bagian dari tindak lanjut pendidikan. Langkah tersebut dapat memperkuat hubungan antara materi kursus dan praktik pembinaan di lapangan.
Dengan bertambahnya lulusan KMD, Kwarran Soreang memiliki tambahan sumber daya pembina untuk mendukung kegiatan Pramuka. Kehadiran para lulusan juga dapat membantu satuan pendidikan mengembangkan kegiatan Siaga dan Penggalang secara lebih aktif.
Karena itu, penutupan KMD Angkatan ke-344 tidak hanya menandai berakhirnya tiga hari pelatihan. Momentum tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi 40 peserta untuk mengembangkan pembinaan Pramuka di wilayah Kecamatan Soreang.