Rancaekek, Info Burinyay – Bank Sampah Saring Seroja RW 13, Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menggelar khitanan massal dan santunan sosial pada Sabtu (7/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Anniversary ke-9 Bank Sampah Saring Seroja sekaligus menyambut Hari Anak Sedunia.
Panitia menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut di Masjid Jami Iqro, Jalan Seroja RW 13, Kelurahan Rancaekek Kencana. Selain khitanan massal, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan lansia.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan anak mengikuti khitanan massal. Sementara itu, panitia menyiapkan 70 bingkisan santunan untuk masyarakat yang membutuhkan. Rangkaian acara juga menghadirkan Tabligh Akbar bersama Ustaz Fahri Fauzi, S.Ag., yang dikenal sebagai pengisi acara di Trans TV dan iNews TV.
Ketua Panitia sekaligus perwakilan Bank Sampah Saring Seroja, Lusiana Saptarini, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Denjaya untuk ikut meliput kegiatan khitanan massal ini. Harapannya, kegiatan ini dapat membangkitkan rasa kepedulian, khususnya di antara pengurus dan umumnya bagi kita semua,” ujar Lusiana.
Ia menjelaskan, panitia memfasilitasi khitanan bagi sembilan anak. Selain itu, panitia menyalurkan 70 bingkisan untuk anak yatim, dhuafa, dan lansia.
Lebih lanjut, Lusiana berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, semangat kepedulian sosial harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga kebersihan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh warga RW 13 khususnya, dan warga Rancaekek Kencana pada umumnya, untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan,” katanya.
Lurah Rancaekek Kencana, Tito Sumitro, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Sampah Saring Seroja dalam mengembangkan kepedulian lingkungan dan kegiatan sosial.
Menurut Tito, peringatan anniversary ke-9 melalui khitanan massal dan santunan merupakan bentuk kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Dari Pemerintahan Kelurahan Rancaekek Kencana dan Kecamatan Rancaekek, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bank Sampah Saring Seroja. Mudah-mudahan semakin maju dan semakin kompak,” ungkap Tito.
Ia juga menilai kegiatan tersebut memiliki nilai ibadah dan dapat menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, ia berharap penyelenggara terus mempertahankan kegiatan sosial tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Selain menyampaikan apresiasi kepada panitia, Tito memberikan pesan kepada anak-anak peserta khitanan. Ia berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi lingkungan, bangsa, dan agama.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si. Ia menilai Bank Sampah Saring Seroja RW 13 memiliki konsistensi dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Cecep menyoroti pola pengelolaan lingkungan di RW 13 yang menggunakan sampah sebagai bagian dari mekanisme kontribusi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi.
“Ini merupakan kegiatan yang jarang dilakukan masyarakat. Saya melihat konsistensi Bank Sampah Saring Seroja RW 13 sebagai kelompok yang peduli terhadap sampah. Bahkan, di RW 13 tidak ada iuran bulanan menggunakan uang, tetapi menggunakan sampah,” jelas Cecep.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah hingga memiliki nilai ekonomi membutuhkan konsistensi dan keterlibatan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta pengurus mempertahankan sekaligus meningkatkan program yang telah berjalan selama sembilan tahun.
“Alhamdulillah, dalam ulang tahun yang kesembilan ini, kegiatannya luar biasa. Saya sangat mengapresiasi. Ini harus dipertahankan dan ke depan perlu ditingkatkan kembali. Pertahankan bahwa RW 13 merupakan perintis pengelolaan sampah di lingkungan, khususnya Rancaekek Kencana,” tegasnya.
Cecep juga mendoakan seluruh anak peserta khitanan agar tumbuh menjadi pribadi saleh dan mampu mengabdi kepada agama, negara, serta orang tua.
Sementara itu, Ketua RW 13, Suliyanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial.
Ia menyebut RW 13 memiliki prinsip RASA sebagai pedoman membangun kehidupan bermasyarakat. RASA merupakan singkatan dari Religi, Aman, Sehat, serta Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.
Menurut Suliyanto, pembangunan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kepedulian, solidaritas, serta hubungan sosial yang kuat.
“Membangun suatu lingkungan masyarakat itu tidak hanya membangun secara infrastruktur. Kita juga harus membangun kepedulian dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut harus menjadi wujud nyata program kepengurusan, terutama di lingkungan RW 13,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan anniversary tersebut membawa keberkahan sekaligus memperkuat pelaksanaan nilai-nilai sosial dalam kehidupan warga.
Suliyanto juga menyampaikan doa bagi seluruh peserta khitanan agar tumbuh menjadi anak saleh, berbakti kepada orang tua, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Dukungan masyarakat turut terlihat melalui apresiasi perwakilan orang tua peserta khitanan, Tellkarno. Ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus lingkungan, Dewan Kemakmuran Masjid, serta Pemerintah Kelurahan Rancaekek Kencana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mewakili para orang tua anak-anak yang dikhitan mengucapkan banyak terima kasih. Semoga anak-anak kami menjadi insan yang saleh dan salehah. Semoga amalan yang telah kita laksanakan bersama ini terus meningkat dan membawa lebih banyak manfaat,” ungkap Tellkarno.
Melalui peringatan anniversary ke-9 ini, Bank Sampah Saring Seroja RW 13 tidak hanya memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan. Organisasi tersebut juga menunjukkan bahwa gerakan peduli sampah dapat berjalan beriringan dengan kegiatan keagamaan dan pemberdayaan sosial.
Dengan demikian, momentum Hari Anak Sedunia menjadi kesempatan untuk memperluas perhatian terhadap kebutuhan anak-anak sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pengurus lingkungan, pemerintah, wakil rakyat, tokoh agama, dan masyarakat. Seluruh unsur tersebut memiliki peran dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, religius, serta memiliki kepedulian sosial yang berkelanjutan.