Jumat, Nov 6, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung Firmansyah Lesmana Apresiasi Terpilihnya Galih Hendrawan sebagai Ketua DPC APDESI MP 2026–2031

Firmansyah Lesmana Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung apresiasi terpilihnya Galih Hendrawan sebagai Ketua APDESI MP 2026–2031.
Firmansyah Lesmana, S.IP., Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Galih Hendrawan sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung periode 2026–2031. Foto:Info Burinyay/red

Soreang, Info Burinyay – Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, S.IP., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Galih Hendrawan, S.I.P., M.M., sebagai Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (APDESI MP) Kabupaten Bandung periode 2026–2031.

Firmansyah menilai, hasil Musyawarah Cabang (Muscab) VI APDESI MP Kabupaten Bandung menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi kepala desa. Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan pembangunan desa.

Muscab VI APDESI MP Kabupaten Bandung berlangsung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Jumat (6/11/2026). Forum tersebut menetapkan Galih Hendrawan, Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, sebagai ketua untuk periode lima tahun mendatang.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara, Galih yang memperoleh nomor urut 2 meraih dukungan 227 suara. Sementara itu, calon nomor urut 1, Ismawanto Somantri, Kepala Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, memperoleh 18 suara.

Hasil tersebut memperlihatkan keunggulan suara yang signifikan bagi Galih dalam pemilihan kepemimpinan organisasi kepala desa tingkat Kabupaten Bandung.

Menanggapi hasil muscab tersebut, Firmansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian musyawarah. Ia juga mengucapkan selamat kepada Galih Hendrawan atas kepercayaan yang diberikan para kepala desa.

“Saya, Firmansyah Lesmana, Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Cabang APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung,” ujar Firmansyah.

Ia mengaku bersyukur karena musyawarah berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru.

“Alhamdulillah berjalan lancar, dan hasilnya pun sudah bisa kita lihat. Sahabat kami terbaik, Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kang Haji Galih Hendrawan, S.I.P., M.M., terpilih menjadi Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Firmansyah berharap kepemimpinan Galih dapat memperkuat persatuan dan solidaritas para kepala desa. Menurutnya, APDESI MP memiliki posisi strategis dalam menghimpun kekuatan pemerintah desa untuk mendorong pembangunan daerah.

Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kelembagaan. Karena itu, pemerintah desa perlu membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Salah satu unsur penting dalam kolaborasi tersebut ialah Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebagai lembaga yang memiliki fungsi dalam pemerintahan desa, BPD perlu membangun sinergi bersama kepala desa untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang partisipatif.

“Tentu ini menjadi momentum untuk bagaimana teman-teman kepala desa yang berhimpun di APDESI ini menjadi kekuatan dan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya. Salah satunya yaitu Badan Permusyawaratan Desa dalam rangka ikut terlibat membangun desa, menyejahterakan warga desanya untuk Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS,” jelas Firmansyah.

Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara pemerintah desa dan BPD dapat memperkuat partisipasi masyarakat. Selain itu, sinergi kelembagaan juga dapat mendorong pelaksanaan program pembangunan agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga.

Karena itu, Firmansyah berharap kepengurusan DPC APDESI MP Kabupaten Bandung periode 2026–2031 mampu membangun komunikasi yang produktif dengan ABPEDNAS. Kolaborasi tersebut penting untuk menyatukan langkah dalam memperkuat pemerintahan desa.

Menurutnya, kepala desa dan BPD memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan koordinasi yang baik, keduanya dapat mendorong pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Firmansyah pun berharap momentum Muscab VI tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan organisasi. Sebaliknya, hasil musyawarah harus menjadi titik awal penguatan kerja sama antarlembaga desa.

Dengan demikian, APDESI MP dan ABPEDNAS dapat terus membangun sinergi untuk mewujudkan pemerintahan desa yang kuat, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap seluruh kepala desa dan anggota BPD di Kabupaten Bandung dapat menjaga kebersamaan serta mengambil peran aktif dalam pembangunan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.