Senin, Nov 2, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Dadang Supriatna Paparkan Program Strategis dalam Penutupan Bandung Bedas Festival 2026

Bupati Bandung Dadang Supriatna paparkan program lapangan kerja, modal usaha, dan insentif guru ngaji dalam Bandung Bedas Festival 2026.
Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si., saat menyampaikan program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam penutupan Bandung Bedas Festival 2026 di Thee Matic Mall, Majalaya, Minggu (1/11/2026). Foto:Info Burinyay/dj

Majalaya, Info Burinyay – Bupati Bandung Dr. H. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si., memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperluas kesempatan kerja, mendorong kewirausahaan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Paparan tersebut disampaikan saat menutup rangkaian Bandung Bedas Festival 2026 di Thee Matic Mall, Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu malam (1/11/2026).

Dalam kegiatan bertema “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung” tersebut, Dadang menegaskan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, festival bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pembangunan daerah.

Salah satu perhatian utama pemerintah daerah, lanjutnya, menyangkut perluasan kesempatan kerja. Melalui kegiatan job fair dalam Bandung Bedas Festival 2026, panitia menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan. Namun, antusiasme pencari kerja cukup tinggi karena jumlah pendaftar hampir mencapai 1.000 orang.

“Kamari teh kirang langkung disayogikeun 600 jalmi, tapi nu daptar ampir rebuan. Tepuk tangan kanggo warga masyarakat,” ujar Dadang di hadapan masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya wirausaha baru. Berdasarkan catatan yang disampaikan, penyerapan tenaga kerja pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 11.800 orang.

Sementara itu, untuk tahun 2026, pemerintah daerah berharap capaian penyerapan tenaga kerja dapat mendekati 10.000 orang.

“Taun kamari kaserep 11.800, insyaallah taun ayeuna mendekati kana 10.000-an,” katanya.

Dadang berharap kegiatan Bandung Bedas Festival dapat terus berlangsung setiap tahun. Selain memperluas akses pekerjaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat.

Selanjutnya, Bupati Bandung menyoroti program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pembiayaan.

Menurut Dadang, kemudahan akses modal sangat penting agar masyarakat dapat mengembangkan usaha secara produktif. Selain itu, program tersebut diharapkan membantu warga menghindari praktik pinjaman yang memberatkan.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik bank emok dan pinjaman online yang berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi keluarga.

Melalui program pembiayaan tersebut, pemerintah daerah ingin mendorong masyarakat agar memiliki alternatif permodalan yang lebih terjangkau dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengembangkan kegiatan ekonominya tanpa terbebani skema pinjaman yang merugikan.

Di sektor pendidikan, Dadang juga memaparkan sejumlah program yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah. Di antaranya program BESTI dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesempatan masyarakat dalam memperoleh layanan pembelajaran.

Selain pendidikan, pemerintah daerah juga menjalankan program operasi pasar murah. Program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli warga.

Perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia juga mencakup kesejahteraan guru ngaji. Dadang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sekitar Rp109 miliar setiap tahun untuk memberikan insentif kepada 16.000 guru ngaji di wilayah Kabupaten Bandung.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peran guru ngaji dalam membangun karakter dan pendidikan keagamaan masyarakat.

“Mudah-mudahan ieu sadayana program tiasa manfaat, termasuk program memberikan insentif kepada guru ngaji 16.000 sakabupaten Bandung anggaran 109 miliar per tahun,” ungkapnya.

Ia berharap berbagai program tersebut memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Terutama, dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki karakter kuat, berpendidikan, dan berakhlakul karimah.

“Insentif guru ngaji mudah-mudahan tiasa manfaat dina raraga mencetak anak-anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” tuturnya.

Selain menyampaikan program pembangunan, Dadang juga mengapresiasi panitia penyelenggara dan KNPI yang berkolaborasi dalam menyukseskan Bandung Bedas Festival 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah daerah berharap festival tersebut terus menjadi ruang kreativitas dan pengembangan potensi pemuda.

Pada malam penutupan, masyarakat juga menikmati pagelaran wayang golek bersama Ki Dalang Dadan Sunandar. Pertunjukan seni tradisional Sunda tersebut menjadi salah satu agenda gelar budaya yang menarik perhatian ribuan pengunjung di kawasan Thee Matic Mall.

Dadang menyampaikan bahwa pertunjukan wayang golek di kawasan Jalan Anyar Majalaya memiliki nilai tersendiri. Pasalnya, sekitar 20 tahun lalu lokasi tersebut pernah menjadi tempat penyelenggaraan pagelaran wayang golek.

Ia berharap penyelenggaraan kembali kesenian tradisional tersebut memberikan manfaat sekaligus hiburan bagi masyarakat Majalaya dan sekitarnya.

Melalui penutupan Bandung Bedas Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menegaskan pentingnya keterpaduan program pembangunan. Mulai dari perluasan kesempatan kerja, penguatan kewirausahaan, akses pendidikan, perlindungan daya beli, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan keberlanjutan program-program tersebut, pemerintah daerah berharap pembangunan Kabupaten Bandung dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.