Selasa, Nov 3, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Pemerintahan

Ahmad Irvan Gelar Wayang Golek di Thee Matic Mall, Ribuan Warga Padati Penutupan Bandung Bedas Festival 2026

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung H. Irvan Ahmad saat mendukung pelestarian Wayang Golek dalam Bandung Bedas Festival 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, H. Irvan Ahmad, SE., MM., mendorong pelestarian budaya Sunda melalui pagelaran Wayang Golek yang menjadi penutup Bandung Bedas Festival 2026 di Majalaya. Foto:Info Burinyay/dj

Majalaya, Info Burinyay – Ribuan masyarakat memadati kawasan Thee Matic Mall, Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu malam (1/11/2026). Mereka antusias menyaksikan pagelaran Wayang Golek yang menutup rangkaian Bandung Bedas Festival 2026.

Pagelaran budaya tersebut menghadirkan Ki Dalang Dadan Sunandar. Penampilannya sekaligus menjadi bagian penting dalam mengangkat kembali kesenian tradisional Sunda di tengah perkembangan industri kreatif dan hiburan modern.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, H. Irvan Ahmad, SE., MM., menyampaikan bahwa pagelaran Wayang Golek menjadi salah satu agenda utama pada malam terakhir Bandung Bedas Festival 2026.

Menurut Irvan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi KNPI, pelaku industri kreatif yang digagas Kang Algi, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui sejumlah perangkat daerah.

“Pada malam ketiga Bandung Bedas Festival ini, kegiatan yang digagas KNPI bersama industri kreatif Kang Algi juga melibatkan kami dari Dinas Kebudayaan. Khusus pada hari terakhir, kami mengambil bagian melalui pagelaran Wayang Golek,” ujar Irvan.

Ia menjelaskan, Bandung Bedas Festival tidak hanya menghadirkan hiburan musik maupun pertunjukan kelompok seni. Namun, festival tersebut juga memberikan ruang bagi kesenian tradisional untuk tampil di hadapan masyarakat.

Karena itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung mendorong penyelenggaraan kegiatan yang mampu mempertemukan kreativitas generasi muda dengan kekayaan budaya daerah.

Melalui konsep tersebut, festival tidak sekadar menjadi ruang hiburan. Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, sekaligus menjaga warisan budaya Sunda.

Irvan mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi pertunjukan. Bahkan, jumlah penonton tidak hanya berasal dari Kecamatan Majalaya, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari luar wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang kita menyaksikan bersama bagaimana masyarakat Majalaya tumpah ruah. Bahkan, kemungkinan banyak juga masyarakat dari luar Majalaya yang datang. Mereka memenuhi kawasan ini dan menyambut Bandung Bedas Festival dengan sangat baik,” ungkapnya.

Menurut Irvan, sambutan masyarakat menjadi salah satu indikator penting bagi keberlanjutan kegiatan kebudayaan di Kabupaten Bandung.

Terlebih, pagelaran Wayang Golek memiliki nilai seni, filosofi, pendidikan, serta pesan kehidupan yang relevan untuk berbagai generasi.

Oleh sebab itu, kehadiran Ki Dalang Dadan Sunandar dalam festival tersebut turut memberikan ruang apresiasi bagi kesenian tradisional Sunda.

Selain mempertahankan eksistensi budaya lokal, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.

Irvan menegaskan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung berkomitmen mengembangkan kegiatan serupa melalui kolaborasi lintas komunitas dan organisasi kepemudaan.

Ke depan, pihaknya ingin memperkuat sinergi bersama Karang Taruna, KNPI, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

“Kami akan mengembangkan kegiatan seperti ini ke depan bersama Karang Taruna, KNPI, dan unsur lainnya. Tentu, beberapa perangkat daerah juga akan ikut terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut,” jelas Irvan.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperluas ruang kreativitas pemuda sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Dengan demikian, Bandung Bedas Festival dapat berkembang menjadi agenda yang menghubungkan industri kreatif, kepemudaan, dan kebudayaan dalam satu kegiatan.

Penutupan Bandung Bedas Festival 2026 melalui pagelaran Wayang Golek juga memberikan pesan bahwa kemajuan kreativitas tidak harus meninggalkan akar tradisi.

Sebaliknya, generasi muda dapat menjadikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas sekaligus kekuatan dalam mengembangkan potensi Kabupaten Bandung.

Antusiasme ribuan masyarakat di Thee Matic Mall Majalaya menjadi gambaran bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik kuat ketika penyelenggara menghadirkannya melalui ruang publik yang terbuka dan melibatkan masyarakat.

Melalui kolaborasi berkelanjutan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung berharap kegiatan kebudayaan semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan.

Bandung Bedas Festival 2026 pun menutup rangkaian kegiatannya dengan menghadirkan pertunjukan Wayang Golek sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Sunda sekaligus ruang pertemuan kreativitas generasi muda Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.