26.4 C
Bandung
Senin, Sep 28, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Tia Fitriani Sosialisasikan Pengawasan Pemerintahan 2026 di Ibun, Dorong Aspirasi Warga Jadi Solusi

Tia Fitriani saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pengawasan pemerintahan 2026 di Ibun
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, memberikan keterangan kepada awak media seusai kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Foto:Info Burinyay/dj

Ibun, Info Burinyay — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di GOR Desa Sudi, Jalan Sudi Cibeureum No. 97, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Senin, 28 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selain itu, Tia Fitriani juga memberikan pembinaan dan sosialisasi mengenai pengawasan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ibun dan Kecamatan Paseh.

Melalui kegiatan tersebut, Tia Fitriani mendorong masyarakat untuk memahami peran pengawasan dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi salah satu bagian penting dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Tia Fitriani juga menyoroti pentingnya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, masyarakat maupun kader memiliki akses untuk menyampaikan berbagai persoalan melalui wadah yang telah disediakan.

“Alhamdulillah hari ini saya hadir di Ibun. Di sini berkumpul juga rekan-rekan dari Kecamatan Ibun dan Desa Sudi,” ujar Tia Fitriani.

Ia menilai antusiasme masyarakat tetap tinggi meski kegiatan berlangsung hingga menjelang malam. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya semangat masyarakat untuk mengikuti kegiatan sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi.

“Yang jelas hari ini memang kegiatannya luar biasa karena walaupun sudah menjelang malam, tapi semangatnya tidak pernah surut,” katanya.

Lebih lanjut, Tia menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak hanya berlangsung dalam kegiatan tatap muka. Ia menyebut kantor DPD juga membuka ruang bagi kader untuk datang dan menyampaikan berbagai kebutuhan maupun persoalan yang mereka hadapi.

“Ketika mereka biasa menerima aspirasi dari masyarakat, sekarang sudah ada wadah untuk menampung hal tersebut karena kami di kantor DPD juga menyediakan hal tersebut di sana,” tuturnya.

Menurut Tia, pihaknya juga menyediakan pelayanan melalui sistem piket di kantor. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, termasuk anak muda yang membutuhkan ruang konsultasi.

“Jadi kami juga menyediakan bagi kader untuk bisa datang ke kantor. Juga ada beberapa pelayanan yang disediakan di sana karena setiap hari kita juga ada piket,” ujarnya.

Selain layanan tersebut, Tia Fitriani menyebut pihaknya membuka ruang konsultasi bagi anak muda yang menghadapi persoalan hukum maupun persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Dari piket itu juga bisa menghadirkan solusi bagi anak-anak muda yang ingin berkonsultasi tentang masalah hukum atau masalah yang ada pada saat ini,” katanya.

Tidak hanya konsultasi, ia juga menyampaikan keberadaan studio podcast yang dapat dimanfaatkan anak muda untuk menyampaikan gagasan. Ruang tersebut, menurut Tia, menjadi salah satu sarana komunikasi untuk mendorong partisipasi generasi muda.

“Dan juga kami menyediakan podcast. Studio podcast ini terbuka bagi anak-anak muda yang ingin menyuarakan tentang perubahan,” ucapnya.

Di sisi lain, Tia Fitriani turut mengangkat persoalan bahaya minuman keras yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius. Ia menyinggung adanya kasus seseorang dengan gangguan kejiwaan yang meninggal setelah mengonsumsi minuman keras.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya edukasi mengenai dampak konsumsi minuman keras. Karena itu, ia mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko yang dapat muncul.

“Penderita gangguan kejiwaan ini yang meninggal gara-gara mengonsumsi miras. Berarti dalam hal ini, kita perlu melakukan edukasi tentang bahayanya minuman keras ini,” kata Tia.

Ia menjelaskan bahwa edukasi mengenai bahaya minuman keras selama ini menjadi bagian dari kegiatan yang ia lakukan di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, ia juga mengajak pihak yang memahami persoalan tersebut untuk memberikan informasi kepada warga.

“Dan biasanya saya juga selalu turun untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengajak langsung orang-orang yang paham tentang bahaya miras tersebut,” ujarnya.

Tia menilai masyarakat perlu memahami bahwa minuman keras tidak semestinya dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menekankan bahwa dampaknya dapat merugikan individu maupun lingkungan sosial.

“Karena miras ini memang sering dianggap biasa, tetapi dampaknya luar biasa dan sangat merugikan,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan minuman keras. Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan kepedulian bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Mari kita perangi bersama bahaya miras. Jangan sampai tersebar dan terjadi lagi peristiwa di mana anak-anak atau orang yang tidak bersalah harus meninggalkan dunia ini hanya karena kecerobohan,” tegasnya.

Kegiatan di Desa Sudi tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara masyarakat dengan wakil rakyat. Melalui sosialisasi pengawasan pemerintahan, penyampaian aspirasi, serta edukasi persoalan sosial, Tia Fitriani mendorong masyarakat untuk terus terlibat dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan.

Di tengah kegiatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat partisipasi masyarakat. Ia berharap ruang komunikasi yang tersedia dapat menjadi sarana untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari langkah penyelesaian secara bersama.

“Yang jelas pada hari ini luar biasa, semuanya semangat. Menerima kehadiran saya di sini juga sangat luar biasa semangatnya. Yang jelas kita gemakan roda perubahan,” pungkas Tia Fitriani.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.