Rancaekek, Info Burinyay — Warga RW 14 Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menggelar pentas seni dan hiburan di Taman RW 14, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus ajang mempererat silaturahmi warga.
Acara tersebut menghadirkan beragam hiburan dan pertunjukan seni budaya. Selain itu, kegiatan ini melibatkan generasi muda dalam menjaga kebersamaan serta melestarikan kesenian tradisional Sunda.
Ketua RW 14, H. Ajud Tajudin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dan kerja sama masyarakat menjadi kunci keberhasilan acara puncak peringatan kemerdekaan.
“Terima kasih kepada seluruh warga masyarakat RW 14 yang telah ikut berpartisipasi dan bekerja sama sehingga acara puncak HUT ke-81 berjalan lancar dan sukses. Yang pasti, generasi muda harus tetap melanjutkan semangat generasi sebelumnya. Perjuangan harus terus berlanjut sampai masa mendatang,” ujar Ajud.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Fauzi Kemal, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kelurahan, pengurus RW dan RT, sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan acara.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga malam puncak perayaan.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan Bapak Lurah, Bapak RW, para ketua RT, dan para sponsor yang membantu serta mendukung acara HUT ke-81 ini. Saya juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan sampai malam puncak,” kata Fauzi.
Lurah Rancaekek Kencana, Tito Sumitro, S.Sos., turut mengapresiasi inisiatif warga RW 14 dalam menyelenggarakan peringatan kemerdekaan. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat sosial, terutama untuk memperkuat hubungan antarwarga dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.
“Atas nama Kelurahan Rancaekek Kencana, saya sangat bangga dapat menghadiri undangan RW 14 dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Saya juga berterima kasih dan mengapresiasi panitia atas terselenggaranya kegiatan ini karena banyak hikmahnya,” ungkap Tito.
Ia menjelaskan, kegiatan masyarakat seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi. Selain itu, peringatan kemerdekaan juga menjadi sarana untuk menanamkan jiwa kepahlawanan kepada anak-anak sebagai bekal generasi penerus bangsa.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi lingkungan masyarakat, nusa, bangsa, dan agama,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si. Ia mengapresiasi semangat warga RW 14 yang tetap menggelar perayaan kemerdekaan pada Oktober.
Menurut Cecep, waktu penyelenggaraan tidak mengurangi makna perjuangan maupun semangat masyarakat dalam menjaga tradisi kebersamaan.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan gelar seni budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Meski sudah memasuki Oktober, saya melihat kegiatan ini sebagai wujud semangat perjuangan warga masyarakat,” tutur Cecep.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gelar seni budaya tidak hanya menjadi hiburan. Kegiatan tersebut juga membuka ruang silaturahmi sekaligus mendorong kreativitas masyarakat.
“Ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang kreasi seni yang harus terus dipertahankan serta ditingkatkan setiap tahun,” katanya.
Cecep juga menyoroti peran Karang Taruna dalam menggerakkan partisipasi warga. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong para pemuda untuk terus berkarya dan menjaga keberlanjutan kegiatan positif di lingkungan masing-masing.
“Teruslah berkarya, jangan pernah merasa lelah, serta pertahankan dan tingkatkan kegiatan ini pada masa mendatang,” pesan Cecep.
Selain memperkuat kebersamaan, pentas seni RW 14 juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya lokal. Tokoh masyarakat, H. Asep Dedi Rochendi, S.H., menyampaikan bahwa warga berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan lancar melalui dukungan berbagai pihak.
Ia bersama Sanggar AGIAS turut berkontribusi dengan menghadirkan pertunjukan helaran sebagai bentuk penyambutan bagi para tamu.
“Kami dari Sanggar AGIAS juga memberikan pintonan helaran sebagai pangbagea untuk para tamu. Kesenian tradisional ini menggunakan waditra, di antaranya karinding dan tarawangsa,” jelas Asep.
Ia berharap generasi muda terus mengenal, mempelajari, dan menghidupkan kembali kesenian tradisional Sunda. Menurutnya, sejumlah kesenian daerah membutuhkan perhatian agar tidak semakin terlupakan.
Asep mencontohkan Reog dan Celempung sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu mendapat ruang pertunjukan lebih luas.
“Mudah-mudahan generasi yang akan datang terus mengangkat seni budaya Tatar Pasundan. Banyak kesenian yang mulai hilang. Kami ingin kesenian daerah Jawa Barat kembali dikenal dan mendapat perhatian,” ujarnya.
Semangat kolaborasi juga mendapat perhatian dari tokoh pemuda RW 14, Panji Purnama. Ia mengapresiasi keterlibatan para pemuda yang ikut mendukung persiapan hingga pelaksanaan acara puncak.
Panji turut menyampaikan terima kasih kepada Cecep Suhendar, Lurah Rancaekek Kencana, Ketua RW, serta seluruh pihak yang membantu kelancaran kegiatan.
“Saya sangat mengapresiasi para pemuda di RW 14 yang telah mendukung acara ini hingga sukses. Terima kasih juga kepada Pak Cecep, Bapak Lurah, Ketua RW, dan seluruh jajaran terkait,” ungkap Panji.
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, kegiatan tahunan tersebut tidak hanya mempertahankan tradisi perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat.
Pentas seni dan hiburan RW 14 Kelurahan Rancaekek Kencana menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah setempat, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, seniman, dan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, warga tidak sekadar memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka juga memperkuat persaudaraan, mendorong kreativitas pemuda, dan menjaga keberlangsungan seni budaya Sunda di lingkungan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga pentas seni menjadi ruang bagi warga untuk berkarya sekaligus mewariskan nilai perjuangan dan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya.