Sumedang, Info Burinyay — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Tahun 2026 menetapkan Yuslita Sumartini Bilqis atau Bunda Bilqis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Forum Musda menetapkan Bunda Bilqis secara aklamasi dalam agenda yang berlangsung di Puri Khatulistiwa Hotel, Jalan Raya Jatinangor Nomor 20, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Bunda Bilqis saat ini juga menjabat sebagai Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang. Penetapan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam konsolidasi organisasi Partai Golkar di Kabupaten Sumedang.
Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang berlangsung dalam suasana kebersamaan. Jajaran pengurus membuka kegiatan dengan penampilan angklung. Nuansa tersebut sekaligus menandai dimulainya forum konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Kegiatan itu dihadiri pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat, jajaran pengurus dari 26 kecamatan, serta organisasi sayap Partai Golkar. Seluruh unsur tersebut mengikuti rangkaian Musda untuk melakukan konsolidasi sekaligus menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2030.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, H. Asep Kurnia, SH., M.H., melihat Musda XI sebagai momentum untuk memperkuat soliditas internal partai. Ia menilai suasana positif terlihat dari para kader yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Wajah-wajah yang gembira. Terpilih Ketua DPD yang bisa memperjuangkan aspirasi warga. Seratus empat puluh ribu pemilih Golkar kurang lebih,” kata Asep Kurnia.
Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menjaga kekompakan kader. Selain itu, seluruh struktur partai perlu bergerak bersama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Harapan ke depan setelah ini? Ya, solid, bergerak, perjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Hj. Sonia Sugian, S.H., M.H., M.Tr.IP., menekankan pentingnya demokrasi dalam proses konsolidasi Partai Golkar. Ia berharap Musda XI mampu memperkuat solidaritas sekaligus membangun konektivitas antarkader.
“Baik, dalam Musda Sumedang ini, semoga demokrasi dapat ditegakkan dengan setegak-tegaknya, dapat terjalin solidaritas dan konektivitas untuk Sumedang yang lebih maju,” kata Sonia.
Lebih lanjut, Sonia berharap Partai Golkar mampu mempertahankan capaian politiknya. Ia juga mendorong partai meningkatkan kemenangan pada periode mendatang.
“Harapan ke depan Golkar tetap berjaya, Golkar bertahan dengan kemenangannya dan meningkat kemenangannya di periode mendatang,” ujarnya.
Di sisi lain, tokoh sekaligus kader Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, H. Sitam Rasyid, berharap Musda XI menjadi momentum untuk memperkuat peluang kemenangan partai. Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga situasi internal tetap kondusif.
“Ya, mudah-mudahan Musda yang ke-11 ini menjadi momentum untuk kemenangan Golkar. Dan mudah-mudahan jangan ada konflik, ya,” kata Sitam.
Menurut Sitam, konsolidasi tidak cukup berhenti pada penetapan kepengurusan. Setelah Musda, struktur partai harus semakin dekat dengan masyarakat dan memperkuat kerja organisasi hingga tingkat bawah.
“Harapan ke depan setelah Musda ini? Ya, lebih mengakar lagi Golkar. Golkar lebih mengakar lagi, kepengurusannya harus solid,” ujarnya.
Sitam juga menyampaikan target politik untuk wilayah Jatinangor dan Cimanggung yang masuk Dapil 5. Ia berharap konsolidasi organisasi mampu mendorong perolehan kursi Partai Golkar di daerah tersebut.
“Ya, untuk insyaallah lah, untuk Jatinangor dan Cimanggung Dapil 5, Golkar dua kursi lagi. Siap,” katanya.
Dengan terpilihnya Yuslita Sumartini Bilqis secara aklamasi, Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang menjadi titik penting bagi konsolidasi organisasi menuju periode kepengurusan berikutnya.
Selanjutnya, kepengurusan baru menghadapi tantangan untuk menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat. Harapan para kader juga mengarah pada organisasi yang semakin mengakar, mampu menyerap aspirasi warga, serta meningkatkan capaian politik Partai Golkar di Kabupaten Sumedang.
Musda XI tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan kembali arah gerak kader dan struktur organisasi di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.
Dengan dukungan struktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan serta organisasi sayap, kepemimpinan Bunda Bilqis diharapkan mampu membawa konsolidasi Partai Golkar berjalan lebih solid. Pada saat yang sama, para kader menaruh harapan agar perjuangan aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian utama dari kerja politik partai.