27.5 C
Bandung
Senin, Okt 12, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Pemkab Bandung Bidik Pengiriman 450 Ton Sampah per Hari ke Legok Nangka

Bupati Bandung Dadang Supriatna dorong penanganan sampah melalui TPPAS Legok Nangka
Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., mendorong penguatan penanganan sampah di Kabupaten Bandung melalui penjajakan pengiriman hingga 450 ton sampah per hari ke TPPAS Legok Nangka serta rencana fasilitas pengolahan di Cicukang. Foto:Info Burinyay/red

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya penanganan sampah di tengah keterbatasan fasilitas pengolahan dan pemrosesan akhir. Salah satu langkah yang kini ditempuh ialah menjajaki pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dengan target kapasitas hingga 450 ton per hari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bandung untuk mengatasi persoalan sampah secara bertahap. Pasalnya, Kabupaten Bandung hingga kini belum memiliki tempat pemrosesan akhir yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan sejumlah alternatif untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Selain menjajaki pengiriman sampah ke Legok Nangka, Pemkab Bandung juga mendorong percepatan realisasi fasilitas pengolahan sampah di kawasan Cicukang. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menambah dukungan infrastruktur untuk mengurangi beban penanganan sampah di wilayah Kabupaten Bandung.

“Untuk fasilitas di Cicukang, saat ini masih dalam proses melengkapi persyaratan yang diperlukan. Kami berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi sehingga dapat membantu penanganan sampah di Kabupaten Bandung,” ujar Ruli, Senin (12/10/2026).

Menurut Ruli, penanganan sampah membutuhkan strategi yang menyeluruh. Pemerintah tidak cukup hanya menambah kapasitas pengangkutan atau membangun fasilitas pengolahan. Sebaliknya, masyarakat juga perlu mengambil peran aktif dengan mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Karena itu, DLH Kabupaten Bandung mengajak warga untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga perlu membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi perilaku yang berpotensi menimbulkan pencemaran.

Ruli mengingatkan bahwa penumpukan sampah dapat memicu berbagai persoalan. Selain mengganggu kesehatan masyarakat, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan banjir dan menghambat aktivitas ekonomi maupun pendidikan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan, tetapi juga bisa memicu banjir dan mengganggu aktivitas ekonomi maupun pendidikan,” katanya.

Selain persoalan pembuangan, DLH Kabupaten Bandung turut mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan. Pembakaran sampah menghasilkan asap yang berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan.

Lebih jauh, pembakaran sampah di sekitar lahan terbuka atau kawasan hutan juga dapat memicu kebakaran. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Untuk memperkuat kesadaran warga, DLH Kabupaten Bandung terus menjalankan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut menyasar berbagai lingkungan, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Melalui edukasi tersebut, pemerintah daerah ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menangani sampah. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah dapat berjalan sejak awal, bukan sekadar mengatasi persoalan ketika sampah sudah menumpuk.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah tetap menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah. Penjajakan pengiriman sampah ke Legok Nangka dan rencana fasilitas di Cicukang diharapkan dapat memperkuat kapasitas penanganan sampah Kabupaten Bandung.

Namun, keberhasilan upaya tersebut juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari praktik pembuangan dan pembakaran sampah yang tidak tepat.

Ruli menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak dapat bergantung sepenuhnya pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap warga.

“Mari kita jaga lingkungan dari tumpukan sampah. Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Pemkab Bandung berharap penguatan infrastruktur dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus mendorong masyarakat menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.