27.3 C
Bandung
Senin, Okt 12, 2026
Info Burinyay
PeristiwaWisata

XIUJANK Chocolate Buka Gerai di Pasirjambu, Kadiskop UKM Kabupaten Bandung Pacu UMKM Tembus Pasar Nasional

Gerai XIUJANK Chocolate di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, pusat cokelat lokal dan produk UMKM
Gerai XIUJANK Chocolate di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menghadirkan aneka cokelat dan produk UMKM lokal untuk memperluas pasar oleh-oleh di kawasan wisata Bandung Selatan. Foto:Info Burinyay/Lee

Pasirjambu, Info Burinyay — XIUJANK Chocolate membuka gerai baru di Jalan Pasanggrahan RT 04 RW 06, Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Senin (12/10/2026). Kehadiran gerai ini memperluas pilihan cokelat lokal sekaligus membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, H. Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si., meresmikan langsung gerai tersebut bersama perwakilan Dekranasda Kabupaten Bandung. Peresmian ini menandai perkembangan usaha Roni Fahroni, pendiri XIUJANK Chocolate, yang sebelumnya mengikuti pelatihan dan pembinaan UMKM dari pemerintah daerah.

Dindin menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan usaha Roni. Menurutnya, pembukaan gerai dengan merek sendiri menunjukkan upaya pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasar.

“Kami atas nama dinas dan juga Dekranasda Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan grand opening XIUJANK Chocolate di Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami di Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bandung dan juga Dekranasda Kabupaten Bandung. Karena foundernya, Kang Roni, beberapa waktu yang lalu juga menjadi bagian dari pelaku UMKM yang kita latih dan kita bina,” kata Dindin.

Ia menilai usaha tersebut berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama karena gerai berada di kawasan wisata Bandung Selatan. Kehadiran konsumen dari luar daerah juga dapat membuka peluang transaksi bagi pengusaha lokal.

“Alhamdulillah sekarang mengalami lompatan yang luar biasa dengan membuka toko, di mana bukan hanya sekadar toko yang menjual produk-produknya, tetapi yang lebih penting adalah tokonya menggunakan brand yang dibuat sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dindin mendorong Roni membangun kemitraan dengan pelaku UMKM lainnya. Ia ingin pertumbuhan satu usaha turut membuka kesempatan bagi pengusaha lain untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pemasaran.

“Kita membutuhkan kolaborasi dengan para pelaku usaha dan pelaku UMKM lainnya agar bisa bertumbuh bersama, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM serta masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Dindin.

Pemilik XIUJANK Chocolate, Roni Fahroni, menjelaskan bahwa gerainya menawarkan berbagai varian cokelat, mulai dari Nama Chocolate, Chocolate Bar, Dubai Chocolate, hingga Choco Dom dan produk turunannya.

Selain mengembangkan merek sendiri, Roni membuka ruang penjualan bagi produk kuliner dan kerajinan hasil usaha UMKM.

“Kita ada berbagai macam produk cokelat, namun selain itu kita juga memfasilitasi produk-produk UMKM, baik itu berupa kuliner ataupun craft kita sediakan di sini,” ujar Roni.

Gerai ini juga menghadirkan camilan tradisional, seperti rempeyek, ranginang, dan kelontong. Melalui pilihan tersebut, pengunjung dapat membeli cokelat sekaligus membawa pulang aneka makanan lokal sebagai oleh-oleh.

Roni mengajak masyarakat Ciwidey, wisatawan luar kota, dan konsumen dari berbagai daerah untuk mengunjungi gerainya. Ia juga ingin membantu UMKM Kabupaten Bandung memperluas jangkauan pemasaran.

“Harapannya, selain ingin XIUJANK semakin dikenal di masyarakat luas, saya juga ingin mengajak bertumbuh bersama UMKM-UMKM yang ada di Ciwidey dan di Kabupaten Bandung untuk bisa lebih memasarkan produknya semakin luas dan semakin dikenal di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Camat Pasirjambu, Heri Mulyadi, S.IP., mengapresiasi pembukaan XIUJANK Chocolate. Ia berharap gerai tersebut terus berkembang dan memberi kesempatan kepada UMKM dari sepuluh desa di Kecamatan Pasirjambu untuk memasarkan produk mereka.

“Mudah-mudahan ke depannya lebih maju, lebih baik lagi, dan tentunya bisa menampung UMKM khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Pasirjambu. Dan tentunya UMKM yang tersebar dari sepuluh desa yang ada di Kecamatan Pasirjambu ini bisa berkontribusi terhadap kegiatan XIUJANK Chocolate ini,” kata Heri.

Menurut Heri, kerja sama antara pengelola gerai dan pelaku usaha dapat memperluas jangkauan konsumen. Karena itu, ia mendorong UMKM setempat menjajaki peluang kemitraan dan memanfaatkan fasilitas penjualan tersebut.

Store Manager XIUJANK Chocolate, Giri Sugiantiwan, menjelaskan bahwa gerai tersebut menawarkan produk XIUJANK dan aneka hasil usaha UMKM Kabupaten Bandung. Salah satu produk internalnya ialah Banana Chips XIUJANK.

Selain itu, pengelola menghadirkan produk UMKM dari Arjasari dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bandung. Konsumen dapat memilih aneka camilan dan produk lokal untuk kebutuhan oleh-oleh.

Giri menjelaskan bahwa gerai melayani konsumen mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB pada hari biasa. Sementara itu, pengelola memperpanjang jam layanan hingga pukul 23.00 WIB pada akhir pekan.

Dengan jadwal tersebut, wisatawan dapat berbelanja sebelum atau sesudah mengunjungi destinasi wisata di kawasan Bandung Selatan.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Dr. H. Sugianto, S.Ag., M.Si., turut mengapresiasi perkembangan XIUJANK Chocolate. Ia menilai pertumbuhan usaha kuliner lokal sejalan dengan potensi Ciwidey sebagai destinasi wisata.

“Wilayah Ciwidey ini kan sudah menjadi tujuan wisata. Oleh karenanya sangat wajar kalau UMKM tumbuh berkembang dengan pesat. Termasuk hari ini Cokelat XIUJANK ini terus mengembangkan sayap ya, termasuk juga melahirkan produk-produk baru sehingga ini akan menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Sugianto.

Menurutnya, inovasi produk dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Wisatawan tidak hanya menikmati destinasi alam, tetapi juga dapat menjelajahi kuliner dan membeli oleh-oleh lokal.

“Kita sebagai putra daerah punya kebanggaan terhadap produk yang dilahirkan ini sehingga nanti Ciwidey bukan hanya pusat wisata tapi juga pusat kuliner, termasuk juga pusat oleh-oleh,” katanya.

Sugianto mendorong pengusaha lokal untuk terus mengembangkan usaha dan memperkuat kolaborasi. Ia juga berharap pelaku UMKM di kawasan Pacira, yang mencakup Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, memperoleh peluang lebih luas untuk memasarkan produk mereka.

Pembukaan XIUJANK Chocolate mempertemukan produk cokelat bermerek sendiri dengan aneka produk UMKM dalam satu gerai. Konsep ini memberi pilihan belanja bagi wisatawan sekaligus membuka peluang penjualan bagi pengusaha lokal.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, pengelola perlu mempertahankan kualitas produk, meningkatkan pelayanan, dan menghadirkan inovasi secara konsisten. Pelaku UMKM juga perlu memperkuat identitas merek serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen.

Di sisi lain, pemerintah daerah dapat mendorong pembinaan dan kemitraan antarpelaku usaha. Kolaborasi tersebut berpotensi memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk Kabupaten Bandung.

Dengan memanfaatkan potensi wisata Bandung Selatan, XIUJANK Chocolate dan pelaku UMKM setempat memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Langkah ini turut memperkuat potensi Ciwidey sebagai tujuan wisata, kuliner, dan belanja produk lokal.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.